JAKARTA - Juru Bicara Masjid Keramat Luar Batang Mansur Amin membantah pernah ada sumbangan renovasi dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengatakan, sumbangan untuk pengecatan dan perbaikan lampu berasal dari masyarakat.
"Setelah saya cek ke rekan-rekan pengurus dan mantan pengurus Masjid Keramat Luar Batang, memang pernah ada yang nyumbang lampu, pengecatan serta sumbangan karpet tapi nama penyumbangnya Pak Heryanto," kata Mansur melalui pesan singkat, Rabu (30/3/2016).
Mansur melanjutkan, sejak awal huru-hara penertiban Masjid Luar Batang, para pengurus telah diimbau untuk menghindari masalah suku, agama, ras, antar golongan (SARA). Namun, hal inilah yang justru disinggung oleh Ahok dalam pernyataannya yang mengatakan akan melawan pengurus Masjid Luar Batang.
"Saya sebagai juru bicara Masjid Keramat Luar Batang selalu mengingatkan teman-teman dan masyarakat tidak anarkis dan jangan bicara masalah SARA, kami yakin Pak Ahok salah informasi dan mau menjebak kami ke permasalahan SARA," jelasnya.
Lebih lanjut Mansur mengatakan, pembangunan Masjid Luar Batang dimulai sejak masa kepemimpinan Gubernur Wiyogo Atmodarminto hingga Gubernur Fauzi Bowo. Ia pun mengaku tak ada uang Pemda yang mengalir dalam pembangunan masjid ini.