Sosiolog: Charlie Heboh Sengaja untuk Memprovokasi

Qur'anul Hidayat, Jurnalis
Selasa 05 April 2016 08:03 WIB
Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA – Sebuah majalah bernama Charlie Heboh menggemparkan masyarakat. Majalah yang sepintas namanya mirip dengan majalah Charlie Hebdo itu melecehkan agama Islam lewat karikaturnya.

Sosiolog Imam Prasodjo menganggap, pembuat majalah tersebut tak mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkan. Bisa jadi niatan majalah ini diterbitkan semata untuk tujuan provokasi.

"Bisa jadi ini motif bisnis bodoh tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkan atau ini memang disengaja sebagai provokasi," kata Prasodjo saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin 4 April 2016.

Prasodjo meminta masyarakat berhati-hati dalam menyikapi kemunculan majalah ini agar tak terjadi "letupan" yang merugikan kerukunan bermasyarakat.

"Perlu hati-hati menyikapi agar tak terjadi kemarahan publik yang letupannya diarahkan ke pihak lain yang tak berdosa," katanya.

Prasodjo meminta aparat tidak gegabah menarik majalah ini dari peredarannya. Proses hukum diperlukan agar tak jadi preseden buruk terkait kebebasan berekspresi.

"Proses hukum haruss dilalui agar jelas apa pelanggarannya. Tak bisa serta merta ditarik. Bila itu dilkukan, akan menjadi preseden menutup pers tanpa prosedur hukum," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya