JAKARTA - Sebuah majalah 'Charlie Heboh' menghebohkan masyarakat. Melalui karikaturnya, majalah tersebut sepintas mirip dengan majalah Charlie Hebdo dan sudah lebih dulu eksis di dunia maya.
Menanggapi munculnya majalah itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengaku masih mencari bentuk fisik majalah tersebut. Namun, ia mengaku sudah memiliki tiga halaman majalah Charlie Heboh dalam bentuk digital.
"Saya cari majalahnya tidak ada. Saya cuma dapat digital cuma dua kalau tidak tiga halaman," ujar Fadli di komplek DPR, Senaan, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016).
Meski demikian, ia meminta aparat hukum untuk mencari keberadaan majalah tersebut. Terlebih isinya dianggap melecehkan agama tertentu. "Kalau ada benar majalah itu, itu provokasi," imbuhnya.
Bahkan, politikus Partai Gerindra itu meminta agar majalah Charlie Heboh ataupun sejenisnya dilarang beredar. Pasalnya terbitan majalah tersebut hanya memicu kemarahan kelompok agama.
"Itu harus segera dilarang, karena bakal menimbulkan kemarahan," tukasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.