Dalam video yang tersebar ke jagat media sosial, puluhan jomblo Üzümlü itu berunjuk rasa ke sekiling desa, dengan membentangkan beragam banner yang beberapa di antaranya, menuliskan permintaan pertolongan terhadap problem ini pada Erdogan.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis (7/4/2016), Wali Kota Üzümlü, Mustafa Bashbilan menyatakan, terdapat 25 jomblo yang putus asa antara usia 25-45 tahun.
Populasi di desa itu juga surut lantaran para gadis meninggalkan desa demi pindah ke kota, di mana awalnya desa itu dihuni 400 orang dan kini, hanya tinggal 233 orang yang sebagian besar para “penjantan” pemburu jodoh.
(Randy Wirayudha)