JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri menegaskan konflik di Kabupaten Tolikara di Distrik Gika dan Panaga tidak benar. Apalagi mengenai pemberitaan terkait konflik yang mengakibatkan puluhan nyawa melayang.
"Pemberitaan bahwa di Tolikara telah terjadi peristiwa konflik atau kerusuhan yang mengakibatkan beberapa korban jiwa. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Tolikara Bapak Feri Kagoya, itu dimuat di beberapa media kemaren tentunya. Dan sudah kita kroscek kepada Kapolda Papua maupun Kapolres Tolikara dan informasi tersebut tidak benar," kata Agus di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Senin (25/4/2016).
Agus menjelaskan memang di tanggal 9 April 2016 Polri mendapatkan informasi dari masyarakat di mana ditemukan mayat seorang laki-laki bernama Dekimus Nimbo. Dia adalah salah satu pegawai negeri di Dinas Kependudukan Kabupaten Tolikara.
"Mengingat kondisi geografis di wilayah Papua tim dari Polres baru bisa pada (sampai di lokasi) tanggal 16 April 2016 dan jenazah sudah dilakukan tindakan oleh keluarga yakni pembakaran mayat seperti adat di sana. Kemudian setelah kejadian tanggal 9 April sampai sekarang tidak ada kejadian apapun di wilayah kabupaten Tolikara khususnya," tegas Agus.
Mayat pegawai negeri itu, terang Agus ditemukan diantara Distrik Panaga dan Distrik Mamis di Kabupaten Tolikara. "Penemuan mayat tadi ditemukan diantara Distrik Tanaga dan Distrik Mamis, itu masih masuk wilayah Kabupaten Tolikara. Dan pihak Polda Papua sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan," katanya.
Sebelumnya diberitakan 32 warga terluka dan satu tewas akibat bentrok atau konflik sosial di Tolikara. Bahkan juga diberitakan di beberapa media korban tewas mencapai dua orang dan 95 terbakar.
Bahkan dalam keterangannya di beberapa media Feri Kagoya menyatakan konflik antar warga di Distrik Gika dan Panaga itu sudah berlangsung sejak 9 April 2016. Penyebab konflik karena kecemburuan mengenai pembagian dana bantuan pemerintah.
(Khafid Mardiyansyah)