AKHIR-AKHIR ini, berita mengenai penyanderaan 10 WNI oleh kelompok militan Abu Sayyaf membuat heboh media lokal dan internasional. Aksi penyanderaan ini tentunya mengingatkan kita kepada sejumlah perompak yang sering kali melakukan aksi penjarahan, perampokan dan penyanderaan di wilayah laut.
Setiap orang mungkin saja berpikir bahwa bajak laut digambarkan sebagai individu yang kejam, mengerikan, dan tanpa ampun dalam menjalankan aksinya. Terkait hal itu, Okezone merangkum lima perompak paling mematikan di dunia selain Abu Sayyaf, yaitu:
1. Perompak Somalia
Perompak Somalia adalah sebutan untuk bajak laut yang berada di perairan Somalia. Mereka selama ini mencegat bermacam-macam kapal, mulai dari kapal penumpang hingga kapal barang. Perompak itu bahkan pernah membajak kapal tanker yang memiliki berat lebih dari 100 ribu ton.
Kelompok perompak Somalia muncul sejak terjadinya Perang Saudara di Somalia pada 1991. Perang tersebut mengakibatkan Somalia pecah menjadi beberapa bagian. Masing-masing wilayah dikuasai oleh kelompok tertentu.
Karena murahnya harga senjata di Negara Afrika, para perompak dapat membekali diri dengan senjata. Perompak Somalia dianggap sebagai perompak yang sangat mematikan karena mereka tidak segan-segan untuk menyerang orang lain.
Sebagian besar perompak Somalia adalah pelaut lokal karena mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan luas tentang laut di daerah tersebut. Jika tidak mendapatkan kapal untuk dijarah, mereka bahkan menyerang perompak lain yang beroperasi dekat daerah tersebut.
2. Bangladesh
Kawasan laut Bangladesh merupakan daerah perairan tempat beroperasinya para bajak laut. Setiap harinya diperkirakan terdapat lebih dari 10 ribu kapal yang melewati melalui rute tersebut.
Para perompak di daerah itu biasanya tidak tertarik menyandera para nelayan dan meminta uang tebusan. Mereka hanya mengambil barang-barang yang mereka temukan dalam kapal yang mereka tahan.
Para perompak Bangladesh biasanya memiliki armada mini dan geng kecil. Selama ini, perompak Bangladesh dapat menjalankan aksinya secara bebas karena penjaga perbatasan laut Bangladesh hanya memiliki 11 kapal. Kapal tersebut bahkan telah berusia lebih dari 30 tahun. Apabila, hujan menerjang kapal-kapal tersebut tidak dapat dijalankan secara baik.
3. Meksiko
Perompak Meksiko adalah bajak laut modern yang memiliki kemampuan hebat dalam melumpuhkan korban. Data menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bajak laut di perairan Meksiko berafiliasi dengan berbagai kartel narkoba yang melakukan bisnis di perairan.
Para perompak di daerah ini biasanya adalah penjahat dan para preman yang terlibat dalam perdagangan narkotika. Para perompak yang berkeliaran di pantai lepas Texas biasanya mencari kapal-kapal perusahaan untuk ditembak dan dijarah.
Kartel narkoba Meksiko yaitu Kartel Sinaloa juga diketahui memiliki armada untuk mendukung aksinya.
Selama ini, kartel narkoba di tempat itu terus-menerus terlibat perang dengan para milisi Mexico, dengan menggunakan senapan mesin dan senjata tajam
Perompak kartel yang beroperasi di daerah perairan bertujuan untuk melindungi kapal mereka yang membawa obat-obatan menuju wilayah Amerika Serikat (AS).
4. Venezuela
Bajak laut di Pantai Venezuela memiliki cara yang sedikit berbeda dibandingkan perompak di wilayah lainnya. Mereka biasanya menakut-nakuti korban dengan tujuan menjarah seluruh isi kapal. Saat melakukan aksinya para perompak biasanya menggunakan lebih dari satu kapal.
Pada 2001, setidaknya tercatat 10 serangan bajak laut di Pantai Venezuela. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu kelompok perompak belum begitu besar. Kendati demikian, bajak laut di kawasan ini sangat berbahaya.
5. Nigeria
Bajak laut Nigeria dikenal sebagai perompak paling berbahaya di dunia. Perompak Nigeria selama ini diketahui menguasai pantai timur Afrika, sedangkan bagian barat pantai didominasi oleh warga Nigeria.
Mereka kebanyakan melakukan serangan terhadap kapal tanker yang membawa minyak. Karena Pemerintah Nigeria tidak bersedia berinvestasi untuk membuat kilang, para perompak akhirnya mengirim kapal untuk membawa minyak mentah melewati rute laut.
(Ahmad Taufik )