Warga Lampung Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Mistianah

Antara, Jurnalis
Kamis 12 Mei 2016 00:21 WIB
Aksi Solidaritas 1.000 Lilin (foto: Antara)
Share :

LAMPUNG TIMUR - Elemen masyarakat di Provinsi Lampung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual menggelar kegiatan malam simpati dukungan dan doa dengan menyalakan 1.000 lilin untuk korban kekerasan seksual di Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan menyalakan 1.000 lilin untuk Mistianah (10), siswi SD yang tewas akibat tindak kekerasan seksual di Kecamatan Jepara, Kabupaten Lampung Timur itu digelar di Lapangan Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Rabu (11/5/2016).

Mereka yang menggelar aksi 1.000 lilin berasal dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lampung Timur, Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Lampung Timur, PBH Peradi, Serikat Tani Indonesia (Sertani) Lampung, CB Club Lampung (CBCL), Paguyuban Keluarga dan Korban Talangsari (PK2TL) dan juga masyarakat Lampung Timur yang ikut prihatin dan peduli terhadap kasus Mistianah.

(Baca Juga: Mistianah Diperkosa dan Dibunuh, Kapolda Bertolak ke Lampung Timur)

Edi Arsadad, Koordinator Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual dan juga aktivis dan pegiat HAM Lampung Timur menjelaskan, kegiatan malam simpati dukungan dan doa 1.000 lilin untuk Mistianah itu bertujuan mendoakan korban sekaligus memberikan dukungan terhadap keluarga korban yang saat ini masih trauma atas kejadian tersebut.

"Tujuan kami mendoakan korban dan mendukung keluarganya karena keluarganya saat ini masih trauma. Hati orang tuanya terluka dan sedih atas kematian anaknya. Kita dukung supaya bisa semangat lagi," ujar Edi.

Selain itu, kegiatan tersebut digelar guna mendesak pihak kepolisian agar secepatnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap Mistianah.

"Kegiatan ini juga bentuk desakan untuk kepolisian segera mengungkap kasus tersebut," katanya.

Edi menambahkan, akibat belum tertangkapnya pelaku oleh polisi, kini relatif banyak orang tua menjadi resah karena para pelaku masih bebas berkeliaran.

"Setelah kasus Yuyun di Bengkulu, disusul lagi kasus M, kini banyak masyarakat menjadi resah, jadi aksi ini bukan hanya ide kami dari aktivis, melainkan juga ide masyarakat karena merasa resah para pelaku belum tertangkap," tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya