Kepada wartawan, Sahrul mengaku mendapat topi dan pin berlambang bintang itu dari dari kawannya yang sering melawat ke luar negeri.
"Jadi biasanya saya nitip. Misal dia ke mana, saya nitip pernak-pernik militer dari sana," ujar Sahrul.
Sahrul menyatakan menyesal dan berjanji tidak bakal mengulangi. "Tidak ngerti kalau itu dilarang. Kalau tahu saya langsung kasihkan ke berwajib," terang Sahrul.
(Fiddy Anggriawan )