YOGYAKARTA – 18 tahun yang lalu, warga Yogyakarta mencatat peristiwa pahit dalam catatan kecil perjalanan sejarah Bangsa Indonesia.
Perjalanan reformasi yang menggelora tahun 1998 yang dibakar oleh aksi demonstrasi mahasiswa, berimbas pula di Kota Pelajar Yogyakarta.
Di Yogyakarta, gerakan reformasi cukup aktif disuarakan mahasiswa yang didukung masyarakat saat itu, hingga perjalanan heroik ini harus mengorbankan satu orang mahasiswa bernama Moses Gatotkaca yang tewas dalam peristiwa yang terkenal dengan sebutan Gejayan Kelabu tersebut.
Dikutip dari KRJogja, Rabu (18/5/2016), kejadian berawal dari demonstrasi di halaman kampus Universitas Sanata Dharma (USD), Jumat, 8 Mei 1998, menjelang sore hari, mahasiswa ingin bergerak menuju kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bergabung melakukan aksi unjuk rasa.
Aparat keamanan saat itu, tidak mengizinkan hingga harus berhadap-hadapan dengan mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa yang kecewa dan tidak mau membubarkan diri akhirnya berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Saling lempar batu, petasan, bahkan bom molotov tidak terhindarkan di sekitar Jalan Gejayan. Bentrokan berlangsung hingga malam hari, hingga akhirnya ditemukan korban meninggal yaitu Moses Gatotkaca saat aparat melakukan pembersihan di sekitar Kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
(Fransiskus Dasa Saputra)