Ikan dari Teluk Jakarta Tercemar Polutan

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis
Selasa 07 Juni 2016 08:49 WIB
Ilustrasi
Share :

Tak hanya polutan di perairan bebas, Djamar juga mengingatkan, konsumen berhati-hati pada residu antibiotik yang diberikan pada ikan dalam budidaya ikan.

Biasanya, pembudidaya ikan melakukan pencegahan dan perlakuan terhadap penyakit infeksi pada ikan dengan menggunakan berbagai jenis antibiotik. Padahal, residu antibiotik dalam tubuh ikan ini yang perlu diwaspadai, karena jika dikonsumsi manusia dalam jumlah banyak akan bersifat karsinogenik (penyebab kanker).

Sementara, pakar oseanografi IPB, Alan Frendy Koropitan menilai, perlambatan arus yang terjadi di Teluk Jakarta membuat pergerakan material berupa limbah organik, sedimen, dan logam berat ikut terhambat. Hal itu mengakibatkan waktu cuci teluk melambat sehingga material cenderung tertinggal dan mencemari perairan.

"Hasil kajian yang kami lakukan sejak 2005 menyebutkan terjadi perubahan bentang alam 17 pulau reklamasi baru yang memperlambat kecepatan arus. Makanya, Teluk Jakarta memang butuh direhabilitasi, bukan direklamasi," ujarnya.

Hal itu pula yang menyebabkan hampir setiap tahun ada saja ikan yang mati dalam jumlah banyak karena limbah organik yang sangat tinggi. Kematian ikan dalam jumlah besar ini menjadi salah satu indikator Teluk Jakarta tercemar.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya