JAKARTA - Isu bergabungnya calon incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Djarot Saiful Hidayat melalui jalur PDI Perjuangan ditepis oleh Ahok. Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu yakin bila Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pasti memilih Gubernur yang terbaik.
"Aku enggak akan tinggalkan Teman Ahok. Tapi Bu Mega selalu ngomong jadi gubernur yang terbaik. Saya pasti berikan yang terbaik untuk orang Jakarta," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.
Ahok menjelaskan, sudah tidak bisa kembali untuk mencalonkan diri melalui jalur partai. Sebab relawan Teman Ahok telah berupaya mengumpulkan dukungan melalui jalur independen. Apalagi, teman Ahok siap mengambil cuti untuk verifikasi dukungannya ke kelurahan-kelurahan.
Untuk itu dia meminta semua pihak untuk tidak mendorongnya maju melalui jalur partai. Mengingat, dirinya telah didukung Teman Ahok.
"Kalau kumpulin 1.000 orangtua waktu hanya habis buat mimpi. Tapi kalau kamu kumpulin satu pemuda saja yang revolusioner, kamu akan mengguncang dunia. Makanya Teman Ahok itu pemuda-pemuda yang militan dan revolusioner. Jadi ya sudah, mereka sudah mau bentuk tiap kelurahan mau hitung yang bisa datang ya datangi," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPD PDIP DKI Bambang Dwi Hartono mengatakan, partainya tak ingin tergesa-gesa. Terlebih dengan manuver Ahok yang berubah-ubah.
Memang saat menyikapi hal ini, Ahok sempat mengatakan bisa saja akan kembali bersama Djarot, saat melihat kebimbangan Heru Budi Hartono. Namun, baik Ahok dan Heru pun sudah membantah.
Dalam beberapa hari kemudian Ahok pun, lagi-lagi menyatakan tetap akan di jalur independen lantaran melihat perjuangan relawannya, Teman Ahok. "Sikap Ahok itu, aku enggak bisa terlalu komentar, karena dia berubah-ubah. Awalnya ngomong independen, terus mau partai. Besok-besok berubah lagi. Karena itu, kami di PDIP tak ingin tergesa-gesa," jelasnya.
Dia pun menduga, Ahok terus bermanuver lantaran melihat kesolidan dari partai politik di DKI. Memang, PDIP dikabarkan tengah menggalang koalisi gemuk. PAN sudah mengindikasikan untuk bergabung. Bahkan Gerindra pun juga membuka peluang.
"Mungkin, partai-partai ini makin banyak yang satu pikiran. Parpol makin solid. Dan akhirnya membuat berpikir. Sekarang partai-partai besar di DKI tengah menguatkan kepartian mereka. Jadi bisa saja sudah membaca planning seperti ini," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)