Menlu Rusia Tuduh Negara Lain Provokatif di Euro 2016

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Kamis 16 Juni 2016 12:02 WIB
Polisi mengawasi pendukung Rusia (Foto: Vitaliy Belousov/Sputnik)
Share :

MARSEILLE – Konsulat Jenderal Rusia di Marseille mengumumkan 20 orang warganya akan dideportasi dari Prancis menyusul keributan yang terjadi dengan pendukung Inggris pada Sabtu 11 Juni 2016. Sementara itu, sembilan orang lainnya sudah dibebaskan dari tahanan kepolisian.

Salah satu yang dideportasi adalah Alxeander Shprygin, ketua pendukung Timnas Rusia. Keputusan itu diambil karena masalah keamanan. Otoritas Prancis menganggap kehadiran para pendukung yang ditahan itu sebagai ancaman potensial.

Satu unit bus yang membawa kontingen pendukung Negeri Beruang Merah diberhentikan polisi pada Selasa 14 Juni 2016. Mereka diketahui tengah dalam perjalanan dari Marseille menuju Lille untuk mendukung laga Rusia menghadapi Slovakia. Para penumpang ditahan kepolisian Prancis selama lebih dari 24 jam. Sebanyak 20 orang dilepaskan dan 20 orang lainnya dikirim ke pusat deportasi di mana mereka akan dipulangkan dalam waktu lima hari ke depan.

“Otoritas Prancis telah mengambil keputusan untuk mendeportasi 20 warga Rusia dan tiga lainnya menunggu keputusan pengadilan. Sebanyak 20 lainnya sudah dibebaskan,” tutur Konsulat Jenderal Rusia Sergey Molchanov, seperti dimuat Russia Today, Kamis (16/6/2016).

Mengetahui warganya ditahan dalam perjalanan menuju Lille, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia langsung memanggil Duta Besar Prancis untuk Moskow, Jean-Maurice Ripert. Kemlu menyampaikan penyesalan mereka atas diskriminasi terhadap warga Rusia kepada Ripert. Kemlu mengingatkan sentimen anti-Rusia lainnya dapat berakibat pada hubungan kedua negara.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh pendukung negara-negara lain di Piala Eropa 2016 sengaja melakukan aksi provokatif termasuk menginjak-injak bendera Rusia. Seorang pendukung Rusia harus dirawat di Rumah Sakit Saint Vincent, Lille karena menderita cedera kepala setelah diserang sekelompok orang Inggris.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya