JAKARTA - Satgas Tinombala telah berhasil memburu kelompok Santoso di hutan pegunungan Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah. Dua dari lima orang sudah dinyatakan tewas ditembak, sementara tiga lainnya masih diburu.
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menceritakan proses yang dilakukan Satgas Tinombala hingga menembak mati dua orang, salah satunya diduga pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah.
Menurut Boy, Satgas Tinombala membagi empat tim yang mengepung kelompok Santoso dari semua arah mata angin agar mempersempit ruang geraknya.
"Jadi dapat disampaikan Operasi Tinombala ada empat sektor, satu itu Poso Pesisir Utara, sektor dua di wilayah Tokorondo, ketiga Poso Pesisir Timur, dan empat wilayah di Nato," ungkap Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
"Strategi kita ini mempersempit ruang gerak jadi setelah dibagi jadi empat sektor. Kemudian masing-masing sektor melakukan pengaturan sesuai target lokasi yang diidentifikasi selama dalam operasi merupakan wilayah aktifitas dari jaringan Santoso," lanjut Boy.
Sementara yang terjadi baku tembak antara tim operasi dengan kelompok Santoso di sektor satu, dikendalikan oleh Kombes Agus Nugroho selaku komandan sektor satu.
"Jadi yang terjadi kontak ini di sektor satu dikendalikan Kombes Agus Nugroho selaku komandan sektor satu," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, Operasi Tinombala akan terus berlanjut karena masih diduga banyak anggota kelompok Santoso yang masih bebas melakukan gerakannya di wilayah Poso.
"Kegiatan operasi tetap masih akan dilanjutkan karena jadi proses identifikasi mereka yang melakukan aktivitas sama Santoso kan masih belasan lagi. Walaupun yang bersangkutan Santoso atau bukan jadi operasi bukan berarti berhenti," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )