Selama ini, sambung JK, urbanisasi dinilai selalu negative, dimana penduduk menjadi beban. Padahal seharusnya pemerintah yang ada di perkotaan harus bisa mengambil nilai positif dari urbanisasi tersebut.
“Di China yang berpenduduk cukup besar mampu membuat penduduk yang besar ini bernilai positif, sehingga menjadi negara yang cukup maju,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika perumahan dan premukiman adalah masalah semua, baik negara maju dan berkembang, maka semuanya mempunyai dilema tentang pemukiman. Pada era 50-an, 30 sampai 40 persen penduduk dunia ada di perkotaan.
“Namun saat ini semuanya berbalik, dimana 30 persen penduduk ada di desa, sedangkan sisanya 70 persen ada di perkotaan. Sekarang kota harus lebih tangguh dalam hadapi masalah, kota harus aman baik dari kriminalitas maupun aksi teroris. Tujuan kota membawa kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan,” tukas JK.
(Angkasa Yudhistira)