Pelaku Penembakan Munich Idolakan Hitler dan Benci Arab

Silviana Dharma, Jurnalis
Kamis 28 Juli 2016 12:31 WIB
Ali David Sonboly idolakan Adolf Hitler. (Foto: Facebook/Jupiter Images)
Share :

MUNICH – Penyelidikan terhadap motif di balik penembakan brutal di depan restoran cepat saji McDonald di Munich, terus bergulir. Insiden tersebut menewaskan sembilan orang.

Penyidik kali ini menemukan tersangka utama dalam penembakan tersebut, Ali David Sonboly (18), ternyata mengidolakan Adolf Hitler. Diwartakan The Guardian, Kamis (28/7/2016), polisi Jerman mendapat informasi dari kenalan pelaku bahwa pemuda kelahiran Jerman berdarah Iran itu sangat bangga memiliki banyak kesamaan dengan The Fuhrer. Antara lain, mereka punya tanggal ulang tahun yang sama, yakni 20 April.

Kedua, meskipun Hitler diketahui memiliki darah Yahudi juga dari ayahnya, diktator Nazi itu selalu membanggakan dirinya adalah keturuan bangsa Arya, yang dia yakini sebagai ras unggulan di dunia. Dan warga Jerman adalah pewaris darah Arya.

Sonboly pun merasa semakin senang mengingat dia jelas murni seorang Arya. Dia lahir di Munich dari kedua orangtua berdarah Iran asli. Seperti diketahui, bangsa Arya berasal dari peradaban kuno di Iran, India utara dan Sumeria.

Selain itu, pemuda yang mengaku pernah di-bully selama tujuh tahun itu juga terungkap memiliki kebencian terhadap orang Turki dan Arab. Polisi juga memastikan bahwa dia memiliki kecenderungan seorang rasis dan ekstremis kanan.

Hal ini terbukti dari target penembakannya, yang rata-rata adalah warga negara asing. Tiga di antaranya adalah pribumi Turki, dan tiga lagi orang Kosovo.

Laporan ini diyakini menjadi segelintir dari motif pelaku. Meski begitu, polisi masih menyelidikinya lebih lanjut.

Pada Senin 25 Juli, polisi Ludwigsburg menahan seorang pelaku. Pemuda berusia antara 15-16 tahun ditangkap di Laim sekira pukul 6.15 waktu setempat. Dia ditangkap karena diyakini menjalin kontak terakhir dengan Sonboly secara online dan diduga mengetahui rencana pembunuhan massal Sonboly, tetapi tidak melaporkannya.

Tersangka kedua ini lantas dikirim untuk evaluasi kejiawaan di pusat psikater. Dugaan polisi bahwa dia menjadi kaki tangan Sonboly semakin kuat setelah ditemukan barang bukti berupa sejumlah peluru, pisau, bahan kimia dan instruksi pembuatan bom. Tersangka kedua juga berencana kabur dari sekolah.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya