Pada kesempatan ini, petugas dituntut jeli untuk mengetahui penumpang berkebutuhan khusus terutama penyandang autisme, karena secara kasat mata terlihat normal tanpa ada cacat fisik.
Simulasi ini bertujuan untuk memudahkan penyandang autisme, dalam mengikuti tahapan operasional bandara yang mengedepankan kenyamanan dan keselamatan dan dianggap sulit dilalui para penyandang autisme.
"Kami tentu sangat terbantu jika petugas dengan cepat membantu kami yang menderita autisme ini," ujar Dani seorang penderita autisme di Bandara Soetta, Jumat (29/7/2016).
Sedangkan, Ituk Herarindri, Director of Airport Service and Facility mengatakan, selain menyiagakan petugas khusus dalam membantu penumpang berkebutuhan khusus, pihaknya juga menyiapkan fasilitas penunjang lainnya.
"Seperti area drop zone atau area khusus menurunkan atau menaikkan toilet mobil khusus, serta kursi roda," kata Ituk.
(Awaludin)