JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) akan memantau tes kesehatan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat melakukan verifikasi di KPU DKI.
Ketua ACTA Krist Ibnu mengatakan, pemantauan ini dilakukan lantaran pihaknya menduga Ahok mengalami persoalan terkait kesehatan rohani.
"Sebagaimana kita ketahui bahwa berdasarkan Pasal 7 huruf f UU Pilkada, seorang calon gubernur harus memenuhi syarat mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter," kata Ibnu di Posko ACTA, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).
ACTA, lanjut dia, mencatat sedikitnya tiga momentum dimana Ahok tidak dapat mengendalikan psikologisnya lantaran emosi saat berhadapan dengan rakyat.
"Pertama saat Ahok memaki ibu Yusri yang mengadu persoalan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tak hanya bicara keras dan sangat emosional, Ahok bahkan menyebut bu Yusri sebagai maling. Itu membuktikan Ahok tidak memiliki empati atas kondisi rakyat kecil yang minim pengetahuan dan miskin secara ekonomi," terangnya.