"Kemarin saya bersama istri dan keluarga adik saya di Suren Kulon, datang ke rumah Waluyo di Suryoputran. Saya bertemu dengan Waluyo, dan dia dalam kondisi hidup dan sangat sehat," katanya.
Lantas siapa korban tabrak lari yang diyakini sebagai Waluyo itu? Sadari pun mengaku tidak tahu. Namun dia mamastikan, makam tersebut tidak akan dibongkar meski Waluyo telah pulang.
"Warga juga sudah bertemu dan merelakan makam umum tersebut untuk pemakaman Waluyo. Anggap saja Waluyo yang dikubur adalah Waluyo duplikat," ujarnya.
Kepala Dusun Suren Kulon, Sudarto mengatakan, pihaknya tidak masalah dengan makam misterius tersebut. Meski diakuinya belum meminta pendapat masyarakat sekitar, namun ia yakin masyarakat tidak mempermasalahkan hal itu.
"Saya pribadi tidak masalah, mungkin nanti papan namanya dihapus. Saya juga sudah ketemu dengan Waluyo dan saya tanya masa kecilnya. Sudah pasti ini Waluyo," ungkapnya.
(Risna Nur Rahayu)