FOKUS: Terjangan Banjir Paksa Ribuan Warga Serambi Makkah Mengungsi

Rayful Mudassir, Jurnalis
Jum'at 26 Agustus 2016 20:06 WIB
banjir landa wilayah Aceh (Rayful Mudassir/Okezone)
Share :

BANDA ACEH - Bumi Serambi Makkah yang terletak di ujung barat Indonesia sedang dilanda bencana. Ya, hujan yang mengguyur wilayah Aceh dua hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah direndam banjir. Akibatnya, ribuan jiwa penduduk terpaksa mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, sedikitnya 8.506 jiwa di Kabupaten Aceh Jaya meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu. Berbagai aktivitas warga di beberapa titik pun menjadi lumpuh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Jaya, Fajar Diharta mengaku hingga kini puluhan gampong yang tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya terendam banjir luapan tersebut.

“Banjir hampir di seluruh kecamatan. Terparah banjirnya ada di kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoinet, Darul Hikmah, Krueng Sabee, Panga, Teunom dan Pasie Raya,” kata Fajar kepada Okezone Kamis, 25 Agustus kemarin.

Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh Dinas Sosial (Dinsos) setempat dan provinsi dalam proses evakuasi warga dan pendirian dapur umum. Logistik mendasar pun dapat terpenuhi untuk para pengungsi.

Meski begitu pihaknya belum dapat memprediksi berapa kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam ini.

Diketahui sejak 24 Agustus 2016 lalu hampir di seluruh wilayah Aceh mengalami cuaca ekstrim. Imbasnya, sejumlah daerah di provinsi tersebut mengalami banjir luapan dan longsor.

Sementara itu, petugas Bagian Pusat Kendali Operasi BPBA, Bobby Syahputra menyebutkan, dari data yang dihimpun pihaknya, baru warga gampong Gle U, Kecamatan Sampoinet, Aceh Jaya yang mengungsi. Sementara kecamatan lainnya masih memilih bertahan di rumah.

“Banjir akibat curah hujan tinggi meliputi Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoinet, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabee, Panga, Teunom dan Pasie Raya,” kata Bobby terpisah.

Banjir kali ini juga terjadi di badan jalan wilayah kabupaten setempat. Namun, kendaraan bermotor maupun mobil masih bisa melintasi area genangan.

Bobby menambahkan, Selain banjir juga terdapat longsor di badan jalan lintas Banda Aceh-Calang. Longsor tercatat di Kilometer (KM) 110 dari Banda Aceh. Selain itu, hingga kini hujan dengan intensitas tinggi masih saja terjadi di sebagian wilayah Aceh.

Jembatan Penghubung Desa Putus

Banjir parah juga menyebabkan dua jembatan penghubung atardesa putus karena tak sanggup menahan luapan air sungai.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBK Aceh Jaya, Fajar Diharta menjelaskan, dua jembatan putus itu berada di Gampong Meukheun Kecamatan Indra Jaya dan di Kecamatan Teunom.

“Dua jembatan putus disebabkan curah hujan yang terjadi di Aceh Jaya sejak kemarin cukup tinggi dan mengenai aliran sungai, sehingga putus,” kata Fajar.

Guna mengantisipasi kesulitan akses jalan, Fajar mengaku kedua jembatan putus tersebut akan segera dibangun kembali menjadi jembatan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Jaya.

Pada 25 Agustus 2016 kemarin, pemerintah setempat sudah mengunjungi lokasi putusnya jembatan dan mengupayakan perbaikan secepat mungkin.

Menurutnya, dari dua jembatan yang putus tersebut, satu jembatan di gampong Meukheun merupakan yang terparah. Pasalnya, lebar sungai di kawasan ini mencapai 12 meter, sehingga perlu penanganan ekstra untuk membuat jembatan darurat.

“Tapi mereka tidak terisolasi. Hanya saja, ada jembatan lain yang sudah lama tidak dipakai untuk akses jalan, sehingga harus diperbaiki dulu,” ungkapnya.

Fajar juga menyebut penanganan terhadap korban banjir cukup baik. Logistik dan kebutuhan sandang pangan pasca-musibah juga sudah disalurkan kepada pengungsi. Hari ini, pihaknya juga akan memberikan bantuan tanggap bencana tambahan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya