Percobaan Bom di Medan, Bukti Gerakan Teror Sudah Melebar

Erie Prasetyo, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2016 11:59 WIB
Lokasi Bom Bunuh Diri di Gereja Medan (foto: Erie/Okezone)
Share :

MEDAN - Aksi percobaan pengeboman di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Kota Medan dinilai sebagai bentuk melebarkan gerakan terorisme di Indoneseia.

Menurut Ketua Presidium Indoneisa Police Watch (IPW), Neta S Pane gerakan terorisme mulai melebar lagi dan kelompok radikal mulai memperluas pengaruhnya.

"Dari kasus Medan para teroris sepertinya ingin menunjukkan bahwa gerakan mereka tidak mati malah bisa merekrut para 'pengantin' dari luar Jawa," jelas Neta kepada Okezone, Selasa (30/8/2016).

(Baca: Teror Bom Medan Bukti Paham Terorisme Tak Gunakan Pendekatan Konvensional)

Lembaga yang mengasawai kinerja kepolisian itu mencatat selama ini sebagian besar pelaku bom bunuh diri berasal dari Jawa Barat atau wilayah Jawa lainnya. Tapi, kasus Medan menunjukkan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah warga asli di sana.

"Untuk itu, Polri perlu mengusut tuntas kasus bom Medan ini agar bisa diungkap secara tuntas, kelompok mana yang sudah berhasil merekrut pelaku dari luar Jawa. Sementara pelaku yang tertangkap perlu dijaga maksimal agar tetap hidup dan terhindari dari ancaman orang lain maupun melakukan aksi bunuh diri di tahanan, untuk menutup jaringannya," tegas Neta.

Sebelumnya percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu 28 Agustus 2016.

Akibat insiden tersebut, Pastur Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri akibat luka bacok. Sedangkan terduga pelaku bernama Ivan Armadi Hasugian (18) masih diperiksa kepolisian.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya