Tersangka Masih Bungkam Soal Otak Pelaku Teror Bom Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2016 21:55 WIB
Ilustrasi
Share :

MEDAN – Orangtua IAH, tersangka teror bom di Gereja Katolik Stasi St. Yosep, Medan, pada Minggu 28 Agustus 2016 lalu, berkeyakinan jika tersangka nekad melakukan aksi teror karena disuruh oleh seseorang yang mengotaki aksi teror itu.

Ayah tersangka, Makmur Hasugian menyebutkan, jika tanpa dipengaruhi, ia tak yakin anaknya yang selama ini berkelakuan baik dan taat beribadah, jatuh kedalam lembah hitam tindak pidana terorisme.

Makmur pun sudah mencoba meminta agar IAH membuka identitas orang yang telah menghasutnya itu. Namun IAH masih tertutup soal itu.

“Kita sudah minta supaya dia terbuka kepada polisi, agar kasus ini bisa diungkap secara menyeluruh. Termasuk otak pelaku. Tapi dia belum mau terbuka,” sebut Makmur, Selasa (30/8/2016).

Makmur mengaku, ia akan terus berupaya meminta agar anaknya kooperatif dengan pemeriksaan Polisi. Ia pun siap mendampingi anak bungsunya itu untuk memberikan nasehat dan pembelaan hukum.

“Nanti saya sendiri yang langsung menjadi kuasa hukumnya,” tegas Makmur.

Makmur pun mengecam keras aksi para pencuci otak yang kini menyebabkan anaknya terjerumus. Ia pun berharap pemerintah serius menangani dan menangkap otak pelaku teror tersebut.

“Mereka harus ditangkap, agar tak ada anak-anak lain yang jadi korban,” tukasnya.

(Ulung Tranggana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya