PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengatakan pengetatan sanksi Amerika Serikat (AS) usai digelarnya uji coba nuklir kelima adalah hal yang “menggelikan”. Tidak gentar dengan sanksi AS tersebut, Korut kemudian menegaskan bahwa mereka akan terus memperkuat kekuatan nuklir.
"Kelompok Obama terus menerus membicarakan sanksi yang tidak berarti hingga saat ini adalah sangat menggelikan," tulis Kantor Berita Korut (KCNA), mengutip seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataannya, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (11/9/2016).
AS akan meluncurkan sanksi sepihak untuk menentang Korut. Informasi ini disampaikan oleh utusan khusus AS untuk Korut. Tekanan ini diberikan dua hari setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir Korut kelima. Ini merupakan uji coba nuklir terbesar yang menentang sanksi Dewan Keamanan PBB.
Sebelum ini, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengutuk keras uji coba nuklir Korut. Menurut mereka, uji coba tersebut dapat meningkatkan ketegangan di dunia internasional. Presiden Putin bahkan mendesak Kim Jong-un menghentikan militernya untuk melakukan uji coba nuklir.
Presiden Obama menyebut uji coba nuklir ini hanya akan membuat mereka semakin terisolasi dari dunia internasional. Bahkan, tindakan provokatif ini dianggap dapat memiskinkan warganya karena konsekuensi uji nuklir adalah pengetatan sanksi dari PBB dan dunia internasional. (FIK)
(Rifa Nadia Nurfuadah)