"Tim kami baru bisa simpulkan kasus bunuh diri tersebut. Penyebabnya masalah keluarga atau percintaan 69 persen, masalah keuangan atau ekonomi 18 persen, karena narkoba 9 persen, dan karena pekerjaan atau lingkungan kerja 9 persen," paparnya.
Ke depannya, terang Arthur, pihaknya di Pusdokkes akan mendalami fenomena yang muncul dari 12 kasus fenomena bunuh diri dan tindakan agresif dari polisi tersebut.
"Kita akan mendalami fenomena-fenomena ini. Kita para psikiater, psikolog, dan pengemban fungsi SDM Polri, selanjutnya akan tentukan solusinya seperti apa," tukasnya.
(Awaludin)