RABAT – Ribuan rakyat Maroko datang menghadiri pemakaman seorang penjual ikan yang tewas mengenaskan dalam mesin penghancur truk sampah di Kota Al Hoceima. Kematian penjual ikan bernama Mouchine Fikri itu telah menyulut kemarahan di seantero negeri yang terletak di Afrika utara itu.
Mouchine dilaporkan tewas tergencet mesin penghancur pada Jumat, 28 Oktober saat berusaha memprotes petugas kota yang menyita dan menghancurkan dagangannya. Foto tubuh, kepala, dan tangannya yang muncul dari dalam mesin penghancur truk segera viral di media sosial dan menyulut protes nasional, termasuk di ibu kota Rabat.
Diwartakan Straits Times, Senin (31/10/2016), rekaman yang beredar online memperlihatkan ribuan orang mengikuti ambulans kuning yang membawa jasad Fikri dari kampung halamannya di daerah Rif. Iring-iringan itu dipimpin puluhan mobil dan orang-orang yang mengibarkan bendera dan berteriak: “kriminal, pembunuh, teroris”.
Tidak terlalu jelas seperti apa jelasnya kejadian yang menyebabkan kematian Fikri. Namun, kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan insiden itu terjadi karena petugas kota melemparkan beberapa kotak berisi ikan pedang yang dilarang untuk ditangkap di Maroko.
“Barang itu mahal. Pedagang itu melemparkan dirinya menyusul ikan miliknya dan dihancurkan oleh mesin,” kata Fassal Aousar dari Asosiasi HAM Maroko.
Kejadian ini membuat wilayah Rif menjadi tegang dan dipenuhi kemarahan. Setelah diabaikan selama pemerintahan raja terdahulu, Rif adalah pusat gerakan protes menuntut perubahan di Maroko yang terjadi pada 2011.
Kementerian Dalam Negeri Maroko telah memerintahkan diadakannya penyelidikan mengenai insiden tragis ini dan berjanji menghukum pihak yang bertanggung jawab. Raja Mohammed VI yang sedang berada di Zanzibar telah mengutus Menteri Dalam Negeri Mohammed Hassad untuk menyampaikan rasa belasungkawanya kepada keluarga Fikri.
(Rahman Asmardika)