Ditambahkannya, petugas dan relawan memiliki tugas yang tidak mudah karena selain harus rajin dan sabar, buta aksara ini juga beriringan dengan kemiskinan.
"Program pengentasan buta aksara ini dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat. Jadi masyarakat dihimpun untuk dilatih keterampilan. Program ini bisa berjalan kalau didukung dengan ketelatenan petugas, sarana prasarana memadai, sekaligus adanya anggaran yang cukup," katanya.
Ia menyebutkan, selama ini buta aksara didominasi oleh kaum perempuan, hal itu lebih karena pengaruh budaya.
"Oleh karena itu dibutuhkan kepedulian dari seluruh strata pemerintahan untuk bisa menyukseskan pengentasan buta aksara ini. Kepala daerah bisa membuat visi misi namun tidak meninggalkan program pembangunan sumber daya manusia," tandasnya.
(Rizka Diputra)