Isu SARA Dipakai Kampanye, Bawaslu: Itu Kampungan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Jum'at 11 November 2016 13:54 WIB
Ketua Bawaslu Muhammad (ketiga dari kanan). (dok.Okezone)
Share :

JAKARTA - ‎Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Muhammad berharap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pembentukan gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran, dan iklan Pilkada Serentak 2017, dapat berjalan baik.

Ia menjelaskan, media massa merupakan salah satu pilar demokrasi di‎ Indonesia. Karena itu, setiap proses kampanye yang dilakukan di media harus mampu dikelola dengan baik agar jalannya pesta demokrasi menjadi teduh.

"‎Kita semua berharap jalannya Pilkada 2017 kita lebih baik. Salah satu elemen, kalau enggak dikelola dengan baik, akan gaduh, salah satunya kehadiran media. Tapi sebaliknya, jika dikelola dengan baik tentu akan membuat teduh," terang Muhammad di Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

"‎Media diakui sebagai pilar demokrasi yang strategis. Bawaslu mengajak kita semua berkampanye kembali untuk membuat pelajaran politik yang baik. Kampanye itu proses pendidikan politik melalui program kerja," kata Muhammad menambahkan.

Ia mengimbau seluruh pasangan calon kepala daerah yang maju di Pilkada Serentak 2017 tidak melakukan kampanye yang menggunakan isu Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA), serta menyerang individu ‎para kandidat lainnya. "Karena cara-cara tersebut saya rasa adalah cara kampungan," tegas Muhammad.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya