SEMARANG - Pertemuan diplomatik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di Semarang, Jawa Tengah, diwarnai isu penemuan belasan proyektil peluru di area Bandara Ahmad Yani, Semarang.
Informasi yang beredar di kalangan wartawan, proyektil-proyektil tersebut ditemukan hari ini atau bertepatan dengan pertemuan Jokowi dan Lee di Semarang.
Otoritas Bandara Ahmad Yani, Semarang, mengonfirmasi ihwal temuan proyektil tersebut. Namun, proyektil-proyektil tersebut ditemukan petugas bandara pada 11 November.
"Proyektil itu ditemukan pada 11 November lalu bukan hari ini," kata Humas Bandara Ahmad Yani, Hidya Putri Ramadhina, saat dikonfirmasi wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/11/2016).
Menurut Hidya, proyektil yang ditemukan berupa 14 butir peluru 9 mm dan 25 butir peluru 5 mm. Proyektil-proyektil itu ditemukan di Terminal Kargo Bandara Ahmad Yan.
"Petugas x-ray menemukan kejanggalan antara barang kiriman dengan data-data yang disebutkan di SMU (surat muatan udara)," ujar Hidya menambahkan.
Lalu, sambung Hidya, petugas ekspedisi muatan pesawat udara memberi tahu kepada petugas bahwa barang tersebut berisi aksesori. "Setelah barang tersebut dibongkar, ternyata benar isinya adalah peluru," ujar Hidya seraya menegaskan bahwa proyektil-proyektil itu sudah diserahkan kepada pihak kepolisian dan tersangka masih dicari oleh pihak yang berwajib.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Djarod Pakadova, membenarkan bahwa proyektil tersebut sudah diserahkan ke polisi. "Baru tadi sore diserahkan ke Polsek Semarang Barat. Rencana laporan tersebut akan ditarik ke Polresta Semarang untuk penanganan lebih lanjut," jelas Djarod.
(Arief Setyadi )