JAKARTA - Duta besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin terkejut mendengar Kanselir Jerman Angela Merkel menuduh Rusia akan ikut campur dalam pemilihan umum legislatif di Jerman. Bahkan dia mengaku tidak percaya kalau politikus secakap Merkel bisa membuat tudingan tak berdasar seperti itu.
"Saya jujur belum mendengar bahwa dia mengatakan hal seperti itu tentang Rusia. Setahu saya, pemilu Bundestag (parlemen Jerman) baru akan digelar tahun depan. Saya tidak percaya kalau politikus terkemuka dan sangat cakap seperti Merkel mengatakan hal seperti itu," ujarnya ketika ditemui di kediamannya, Jakarta, pada Rabu (30/11/2016).
Galuzin pun menegaskan, berita itu jelas adalah kabar bohong. Menurutnya, jika ada masalah dengan jaringan dalam negerinya, Merkel sebagai kanselir selayaknya mengakui hal itu dan menjelaskan masalahnya kepada publik. Bukan melimpahkan kesalahan kepada Rusia, seperti propaganda anti-Rusia yang sering dikumandangkan Amerika Serikat.
"Tapi jika dia benar mengatakan hal seperti itu, jelas dia telah membuat kesalahan besar. Itu semua bohong. Dia seharusnya mencari tahu dulu masalah utamanya dan mencari solusinya," terang Galuzin.
Pria yang pernah menjabat konsulat kehormatan Rusia di Bali tersebut juga meyakinkan bahwa hal semacam itu tidak pernah ada dalam kebijakan luar negeri Rusia. Baginya, setiap negara memiliki hak untuk menentukan sendiri pemimpinnya.