MOSKVA – Mengikuti jejak Amerika Serikat (AS), sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jerman disebutkan memasukkan Rusia ke daftar 10 ancaman besar bagi keamanan mereka.
Hal ini mencuat setelah surat kabar Die Welt, membocorkan rancangan buku putih kebijakan keamanan Jerman berisi 80 halaman yang sejatinya, saat ini masih dipersiapkan dalam tahap akhir.
Walau belum ada klarifikasi dari pemerintah Jerman, namun pihak Kremlin (Kantor Kepresidenan Rusia) sudah mengeluarkan tanggapan lewat juru bicaranya, Dmitry Peskov.
“Jika informasi tentang versi terbaru buku putih (Jerman) itu benar, ini akan menyebabkan kekhawatiran dan penyesalan,” sebut Peskov, dilansir Sputnik, Selasa (7/6/2016).
“Menyebabkan penyesalan karena – jika memang benar, itu menunjukkan kurangnya pemahaman dari inti pendirian Rusia yang secara konsisten tidak bertujuan menciptakan konfrontasi, melainkan menciptakan atmosfer interaksi dan kerja sama saling menguntungkan di Benua Eropa,” tambahnya.
Jika Jerman benar memasukkan Rusia sebagai satu dari 10 ancaman besar selain terorisme internasional, serangan hacker, krisis pengungsi dan perubahan iklim, maka hal ini seolah mengikuti jejak AS dalam buku putih strategi keamanan nasionalnya di tahun 2015.
“Buku putih strategi keamanan nasional AS 2015 yang diadopsi pada Februari 2015, menyebutkan Rusia sebagai salah satu ancaman besar. Jadi, Jerman jelas bertindak dalam satu kerangka dengan NATO,” timpal pengamat hubungan internasional dari Moscow State Institute, Mikhail Alexandrov.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.