KLATEN - Keluarga Sumarno, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Klaten, Jawa Tengah, sempat bingung mencari tahu keberadaan Sumarno yang tidak pulang-pulang dari kemarin.
Bahkan keluarga juga sudah melapor pihak desa untuk mencari tahu keberadaan Sumarno. Mereka mengaku belum mengetahui posisi Sumarno. Tak ada surat penangkapan Sumarno atau pemberitahuan kepada keluarganya.
"Komunikasi terakhir ya mau minta tolong antar anak TPA. Habis itu sudah tidak bisa lagi dihubungi (Sumarno). SMS juga tidak terkirim," kata Sri Mulyani, istri Sumarno, Kamis (15/12/2016).
Sri Mulyani sudah berkoordinasi dengan pihak desa untuk mencari tahu keberadaan suaminya, karena ia khawatir terjadi sesuatu dengannya. "Kita berharap Sumarno segera pulang. Kasihan anak-anak, dia tulang punggung keluarga," ujarnya.
Sementara Kepala Jetis Wetan, Aris Dwiyanto menyampaikan, istri dan keluarga Sumarno bingung dengan penangkapan Sumarno. Keterangan dari istri Sumarno diketahui penangkapan dilakukan di luar rumah.
"Informasi dari istrinya Sumarno ditangkap di jalan saat mengendarai motor," kata Aris.
Keluarga menyatakan sempat bertanya keberadaan Sumarno ke Polsek Pedan, namun petugas juga tidak tahu.
"Saat ini warga kami hilang. Katanya ditangkap Densus. Itu baru katanya karena kita belum menerima pemberitahuan resmi," papar Aris.
Jika pun ditangkap, kata dia, seharusnya aparat memberitahukan ke keluarganya sehingga keluarga tidak khawatir.
(Salman Mardira)