“Saya mendengar teriakan minta tolong dari para korban. Saya dan teman-teman langsung terjun membantu beberapa korban naik ke tempat yang aman. Kepanikan menyeruak di mana-mana,” imbuhnya.
Khairuddin Abdullah (49) juga tersentak akibat tragedi tersebut. Dia sedang tidur saat mendengar suara keras seperti ledakan diikuti teriakan putranya, Ahmad Fahmi. Tak tahunya, kecelakaan bus terjadi tepat di depan rumah mereka.
Ayah Ahmad yang merupakan kepala Kampung Jayor bergegas menelefon MERS 999. Nomor panggilan darurat itu menghubungkannya dengan Kantor Pertahanan Sipil terdekat. Setelah melapor ke pihak pemerintah, barulah dia membangunkan warga desa untuk bahu-membahu mengeluarkan para korban dari bus yang ringsek di dasar jurang.
“Beberapa penduduk desa sampai menggunakan sepeda motor mereka untuk menerangi lokasi penyelamatan. Lokasi ini memang rawan kecelakaan,” ujarnya.
(Silviana Dharma)