Julius kemudian menetapkan setiap empat tahun sekali, satu hari akan ditambah ke Februari yang diklaim untuk menjaga kalender versi Julius tidak keluar jalur. Jauh hari sebelum ia dibunuh pada 44 SM, Julius mengubah nama bulan Quintilis menjadi namanya sendiri atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama bulan Juli. Kemudian, Julius memutuskan untuk mengganti nama bulan Sextilis menjadi Ausgustus (Agustus) sesuai dengan nama suksesornya.
Ketika abad pertengahan, perayaan tahun baru sudah sering ditinggalkan bahkan banyak yang tidak memandang 1 Januari bukan sebagai hari awal pergantian tahun. Terdapat alasan mengapa praktik pergantian tahun tidak dilakukan lagi, yaitu Julius dan Sosiegenes dianggap gagal menghitung tahun matahari dengan tepat.
Menyadari hal itu, Gereja Roma kemudian memutuskan untuk mengambil langkah baru. Pada 1570, Paus Gregorius XIII menugaskan seorang astronom bernama Christopher Clavius untuk membuat kalender baru.
Pada 1582, kalender Gregorian mulai diimplementasikan dengan menghilangkan 10 hari pada tahun itu dan menetapkan aturan baru bahwa dalam satu dari setiap empat abad harus dijadikan tahun kabisat. Semenjak itulah, setiap masyarakat dunia berkumpul pada 31 Desember hingga 1 Januari untuk merayakan tibanya hari pergantian tahun atau yang lebih dikenal dengan perayaan tahun baru.
(Emirald Julio)