Boabdil tertangkap oleh pasukan Ferdinand pada 1483, tetapi dilepaskan dan digunakan untuk menghadapi pasukan Granada untuk membantu pasukan Spanyol. Emir Muhammad XII kemudian bertindak sebagai vasal dari Isabella dan Ferdinand setelah dijanjikan kemerdekaan terbatas dan kewarganegaraan untuk Granada di bawah kekuasaannya.
Di pihak Granada sendiri terjadi perpindahan kekuasaan dari Abu Hasan kepada adiknya Al Zagal. Emir Abu Hasan meninggal dunia tidak lama setelah dilengserkan oleh Al Zagal pada 1485.
Dua tahun setelah meninggalnya Abu Hasan, kejatuhan Granada semakin jelas terlihat. Mulai direbutnya kota pelabuhan penting Malaga, Kota Granada pun akhirnya dapat dikuasai sepenuhnya oleh Boabdil pada 1487.
Perang Granada tampaknya akan berakhir pada 1490 setelah Al Zagal menyatakan menyerah kepada pasukan Spanyol di Baza. Tak disangka, Emir Muhammad XII yang tidak puas dengan imbalan yang didapatnya setelah bersekutu dengan Isabella dan Ferdinand melakukan pemberontakan.
Emir Muhammad XII membatalkan statusnya sebagai vasal dan menyatakan perang dengan Ferdinand walaupun posisinya tidak menguntungkan dan hanya menguasai Kota Granada serta Pegunungan Alpujarras. Upaya Boabdil meminta bantuan dari Sultan Mesir tak mendapat tanggapan dan Granada akhirnya jatuh pada 2 Februari 1492 setelah dikepung selama lebih dari delapan bulan.
(Rahman Asmardika)