Tuntutan yang kedua, lanjut Eko, para demonstran juga menyoalkan dampak kenaikan BBM nonbersubsidi. Pasalnya, kenaikan harga BBM mengakibatkan melambungnya harga bahan pokok makanan.
"KSP juga menegaskan bahwa terus memonitor agar hal itu tidak sampai terjadi," ujar Eko.
Sementara tuntutan ketiga demonstran BEM SI adalah persoalan kenaikan tarif dasar listrik 900 Volt Ampere (VA). Kendati demikian, kenaikan tarif dasar listrik dilakukan demi kepentingan rakyat.
"Ada ajakan dari Kepala Staf agar mahasiswa benar-benar turun memastikan, mengecek, dan melaporkan kepada pemerintah dalam hal ini PLN ketika menemukan apa yang tadi disampaikan dijamin Kepala Staf ada pelanggaran di lapangan," jelas Eko.
Tuntutan terakhir mahasiswa tersebut adalah pada persoalan kenaikan tarif STNK dan BPKP. Menurut Eko, kenaikan ini juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. "Jika selama tiga bulan ditemukan pelanggaran dan kesalahan di lapangan, mahasiswa siap menegur dan kembali mengingatkan pemerintah," tutupnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)