Ibu Kota Rawan Perampokan, Sensitivitas Masyarakat Jadi Hal Utama

Dara Purnama, Jurnalis
Jum'at 20 Januari 2017 07:16 WIB
Foto: Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Kasus perampokan semakin merajalela di kawasan DKI Jakarta. Setelah sebelumnya perampokan sadis terjadi di Jalan Kayu Putih Raya, Pulomas, Jakarta Timur, perampokan kembali terjadi dan menimpa wartawan Okezone, Helmi Ade Saputra, pada Kamis 19 Januari 2017.

Rumah Helmi yang terletak di Jalan Raya Tengah, Gang Remaja 1 Nomor 15 RT 5 Nomor 3, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo disatroni empat kawanan bandit. Rumah yang dalam kondisi kosong itu diacak-acak perampok, dan perhiasan pun raib. 

Kiminolog Erlangga Masdiana mengatakan, maraknya terjadi kejahatan di Ibu Kota merupakan dikotomi antara keamanan kompleks elite dan masyarakat umum atau biasa. Menurutnya, yang membedakan hal tersebut adalah sensitivitas orangnya dan menjadi salah hal utama yang perlu diperhatikan.

"Kalau tidak sensitif itu sering kali pelaku kejahatan itu membacanya dan ini juga yang seringkali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan para pelaku kejahatan. Jadi, tidak cukup teknologi (pengamanan) dan atau pun intelijen," ujarnya kepada Okezone, Kamis 19 Januari 2017 malam.

Erlangga mengatakan, untuk masyarakat umum itu adalah mereka yang biasanya langsung berhadapan dengan pelaku kejahatan. Jadi, harus ada langkah komprehensif yang dilakukan seperti adanya koneksi semacam emergency call ke kantor polisi atau petugas keamanan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya