Terkait banyak yang menganggap pisang itu bisa untuk obat, menurut Gunawan, hal tersebut tergantung keyakinan orang masing-masing. "Kalau itu saya tidak tahu, tergantung orang nya, mungkin," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Babul Ibrahim mengatakan secara ilmiah pisang bertandan banyak seperti milik Gunawan itu merupakan kejadian yang biasa, namun langka ditemui.
"Ini adalah fenomena dari penyimpangan sifat genetik normal," jelasnya.
Namun, Babul menerangkan sifat tanaman yang seperti ini sulit dikembangkan dengan menyerupai tanaman induknya. "Sifatnya tidak permananen, jadi jika anak pisang tadi ditanam ke tempat lain, kemungkinan besar tidak akan menghasilkan seperti tanaman induk yang bertandan banyak," tutupnya.
(Feri Agus Setyawan)