Satu miniatur truk dijual dengan harga berbeda. Mulai Rp100 ribu, Rp150 ribu, hingga Rp200 ribu per unit. ’’Harganya sesuai ukuran dan kerumitannya. Pemasarannya sampai Malang, Pasuruan, dan Surabaya. Ya, lingkup Jatim saja,’’ jelasnya. Sayang, minimnya modal usaha rumahan yang dilakoni Agus belakangan menjadi kendala dalam mengembangkan sayap ke pasar yang lebih luas.
Apalagi, dengan zaman yang kian modern seperti sekarang. Tak sedikit masyarakat lebih memilih meninggalkan permaian tradisional berbahan baku kayu dan beralih ke produk pabrikan atau game.
’’Tapi, itu bukan masalah serius. Tinggal bagaimana kita mengemas kerajian agar lebih menarik dan memiliki daya jual,’’ terangnya.
Agus berharap ada suntikan modal dari pemerintah atau pihak lain yang peduli dengan usaha rumahan yang dilakoninya sejak 2011. ’’Sebenarnya ingin buat miniatur bus dan sejenisnya, tapi modalnya belum dapat,’’ ujarnya. (Khudori Aliandu)
(Hessy Trishandiani)