JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengajukan diri untuk memimpin Ibu Kota untuk lima tahun mendatang. Selama berkiprah di lingkungan Jakarta beberapa tahun terakhir, Ahok dikenal sebagai sosok yang temperamental. Selain itu, ia juga sering mengeluarkan pernyataan kontroversial, seperti ketika berpidato di Kepulauan Seribu hingga menyeretnya pada kasus penistaan agama.
Berikut catatan Okezone terkait kemarahan dan pernyataan Ahok.
Kamis 30 Juli 2015, Ahok murka lantaran adanya penyalahgunaan uang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Terlebih lagi, duit tersebut dipakai oleh orang tua murid.
“Saya sengaja suruh staf saya ke ATM. Keluar satu orang bapak-bapak. Dia marah-marah. Katanya dulu tarik sejuta setengah langsung bisa. Sekarang malahan enggak bisa. Lalu staf saya 'belaga' jadi orang biasa. Dia tanya kenapa? Buat apa? Bapak itu jawab, iya ini kan KJP bisa saya pakai," terang Ahok.
"Terus anak kalau beli tas, beli buku, bisa dipikirin cari (uang) lagi. Staf saya bilang, KJP kan namanya kartu pelajar, buat anak. Bapak itu bilang, kan bisa dipinjam dulu. Itu kan konyol," sambungnya.
Selanjutnya, Ahok tersulut amarahnya ketika melayani protes seorang pengusaha hotel yang mengaku izin operasi usaha miliknya akan dicabut. Pengusaha hotel bernama Handoyo tersebut merupakan pemilik Hotel Penthouse yang berlokasi di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat.