Rentetan Kemarahan Ahok dan Pernyataan yang Menyeretnya ke Kasus Penodaan Agama

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Sabtu 04 Februari 2017 06:00 WIB
Share :

"Jangan-jangan Bapak enggak bayar pajak 10 persen, jangan begitu loh Pak. Itu hak rakyat loh!" ujar Ahok kesal sembari memukul berkas map putih, Kamis 15 Desember 2015.

Sementara pada 19 Mei 2016, Ahok naik pitam kepada salah satu media atas pemberitaan yang menyebutkan ada barter antara pengurangan angka tambahan kontribusi proyek reklamasi dengan pembiayaan penggusuran Kalijodo.

Sebagaimana diketahui, besaran kontribusi tambahan 15 persen disepakati antara Ahok dengan sejumlah pengembang dalam sebuah pertemuan pada 18 Maret 2014, yang menghasilkan pernyataan kesepakatan. Dalam sebuah pemberitaan disebutkan PT Agung Podomoro Land (APL), salah satu pengembang pulau reklamasi, membiayai penggusuran Kalijodo sebesar Rp300 miliar.

"Ini kawan-kawan catet semua, kalau semua pengembang menggugat saya, membatalkan Semanggi segala macem, yang KLB maupun kewajiban tambahan pulau, ini dosa Tempo! Saya ngomong baik-baik pada kamu!," tukas Ahok dengan suara tinggi sambil berlalu ke ruangannya.

Sementara terkait trasnportasi, Ahok memarahi APTB. Bahkan, ia melarang APTB melaju di jalan Ibu Kota karena tidak bersedia berintegrasi dengan Transjakarta, dengan menetapkan tarif rupiah per kilometer.

"APBT intinya, kita sudah kasih dia kesempatan. Kami ingin menawarkan setiap warga yang naik APTB cukup bayar Rp3.500, biar orang Tangerang, Bekasi, Depok hanya bayar sebesar itu. Harapannya kami, biar dia bisa lepasin orang naik motor. Artinya apa? sekarang kan mau naik APTB harus bayar Rp8 ribu hingga Rp12 ribu. Kalau nanti masuk ke kami enggak bayar lagi," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin 7 Maret 2016.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya