Rentetan Kemarahan Ahok dan Pernyataan yang Menyeretnya ke Kasus Penodaan Agama

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Sabtu 04 Februari 2017 06:00 WIB
Share :

Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur itu juga memarahi awak media di Balaikota. Pada Kamis 16 Juni 2016, Ahok memarahi salah seorang wartawan online pada saat wawancara di Balai Kota DKI. Kemarawan Ahok berawal saat wartawan tersebut bertanya "Berarti tidak ada pejabat yang sehebat bapak?"

Kemudian Ahok menanggapi pertanyaan tersebut sebagai tuduhan dan langsung menanyakan asal media sang wartawan. Ia bahkan melarang wartawan tersebut masuk ke Balai Kota dan melakukan wawancara.

"Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut," ujar Ahok dengan nada tinggi.

"Saya tidak pernah takut sama kalian (media), jujur saja. Saya selalu katakan, kalau cahaya fajar pagi, kegelapan tidak bisa nutup. Rembang cahaya fajar akan terus merekah, tidak bisa kamu tahan, itu yang saya katakan. Jadi tidak usah bolak-balikin kalimat gitu," kata Ahok.

Tak hanya itu, Ahok juga mara kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Surapati. Bahkan, ia menilai para pedagang tersebut ngelunjak.

"Taman Suropati itu gini, enggak boleh ngelunjak. Mau jualan kemarin boleh, tapi kan ini kalau malam parkir sudah kayak pasar malam, ya enggak boleh dong. Itu kan daerah ring satu, untuk hunian, marah orang lama-lama, ada Panglima, ada Wapres," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 13 Desember 2016.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya