JAKARTA – Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma memberikan apresiasi tulus kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan masyarakat Indonesia atas sambutan hangat serta keramahtamahan selama penyelenggaraan KTT IORA 2017 di Balai Sidang Jakarta, Senayan, Jakarta Pusat.
Secara khusus, Jacob Zuma berterima kasih kepada troika IORA yang terdiri dari Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Tak lupa, ia juga berterima kasih atas peran para menteri luar negeri negara-negara anggota IORA selama ini.
“IORA tumbuh dan berkembang berkat kepemimpinan mereka (Presiden Jokowi dan PM Turnbull). Saya juga ingin mengapresiasi kepada Duta Besar KV Bhagirath (Sekretaris Jenderal IORA) atas kepemimpinannya,” tutur Presiden Jacob Zuma dalam konferensi pers, Selasa (7/3/2017).
Dengan penandatanganan Jakarta Concord serta action plan, negara-negara anggota mampu mendorong IORA hingga beberapa dekade terdepan. Jacob Zuma merasa bangga karena Afsel adalah salah satu pendiri IORA.
Secara khusus, Jacob Zuma menyebut asosiasi negara-negara lingkar Samudera Hindia berutang kepada almarhum Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan periode 1994-1999, yang mencetuskan berdirinya IORA. Ia pun tidak sabar menantikan kedatangan negara-negara anggota IORA di Afrika Selatan saat menjabat sebagai Ketua IORA periode November 2017-Oktober 2019.
“Saya senang akan terus bekerja sama dengan erat dengan Indonesia di troika IORA. Saya akan berupaya keras melanjutkan kemajuan yang ditinggalkan Indonesia, Australia, dan India sebagai Ketua IORA,” ungkap Jacob Zuma.
Sebagai informasi, IORA berdiri sejak 1997 dengan Mauritius sebagai tuan rumah. India, Australia, dan Indonesia adalah tiga Ketua IORA terakhir sebelum Afrika Selatan. Keketuaan IORA dijabat selama dua tahun secara bergiliran. Indonesia mendapat jatah sebagai Ketua IORA periode 2015-2017.
(Emirald Julio)