Sekte Aum pun menjadi militan. Mereka menimbun senjata dan merekrut ilmuwan-ilmuwan muda untuk membantu Asahara memperhitungkan dan membuat senjata kimia, termasuk gas saraf seperti VX serta penyakit mematikan seperti demam-Q dan antraks. Asahara berjanji, senjata-senjata ini akan membawa Aum Shinrikyo pada kemenangan dalam menghadapi kiamat yang akan segera tiba.
Puluhan politikus yang menentang sekte ini dibunuh. Jenazah mereka dibakar dalam oven khusus.
Pada Juni 1994, Aum melancarkan serangan pertama gas sarin di Matsumoto, bagian barat Tokyo. Sebuah mobil yang telah dimodifikasi untuk melepaskan gas mematikan tersebut dikemudikan hingga mendekati gedung tempat tinggal para hakim dan pejabat pengadilan yang membahas kasus melawan Aum. Tujuh orang meninggal dunia, dan 150 orang terluka.
Meski menjadi tersangka utama, Asahara dapat melenggang bebas. Sebab, Otoritas Jepang terikat perlindungan konstitusi terhadap organisasi agama sehingga tidak dapat menahan Asahara atau membungkam sektenya.
Pada awal 1995, Asahara menyatakan kepada pengikutnya bahwa Perang Dunia III telah dimulai. Rencana serangan kedua gas sarin pun telah dirancang. Targetnya, sistem kereta bawah tanah Tokyo yang sehari-hari mengangkut hingga empat juta penumpang.