JAKARTA – Polri menguak motif di balik aksi penembakan dua warga di Gampong (Desa) Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Penembakan itu diduga berlatar belakangan persaingan poltik di Pilkada Aceh Timur 2017.
Hal itu terungkap setelah Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap dua tersangka penembakan berinisial GS alias A dan MJ. "Penembakan dilakukan GS merupakan salah satu tim sukses sebuah partai yang ada di sana,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli di Jakarta, Senin (20/3/2017).
Korban dalam penembakan yang terjadi pada Minggu 5 Maret 2017 itu adalah Juman dan Misno. Keduanya terkena tembakan yang diarahkan ke rumah korban dan sempat dirawat di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Tersangka diduga tim sukses calon bupati yang diusung salah satu partai politik di Aceh. Sedangkan korban merupakan tim pemenangan dari pasangan calon rival tersangka.
Boy mengatakan, GS kecewa dengan hasil pilkada yang membuat pasangan yang didukungnya kalah. “Kemudian kecewa karena hasil pemilu kalah dan kemudian korban diketahui merupakan timses dari salah satu pasangan calon yang ikut kontes Pilkada di sana. (Korban) merupakan timses calon bupati Aceh Timur," katanya.