NEW SOUTH WALES - Topan Debbie disertai hujan deras dan kecepatan angin mencapai 260 kilometer per jam (km/jam) yang melanda wilayah timur laut Australia menyebabkan banjir. Akibatnya, dua orang tewas dan ribuan warga lainnya terisolasi. Sementara empat orang dilaporkan hilang.
Sebagaimana disitat dari Time, Sabtu (1/4/2017), sebanyak enam sungai meluap di beberapa area di New South Wales, Australia. Sementara itu, Koordinator Penanganan Bencana Queensland, Stephen Gollschewski, menyatakan bahwa pencarian korban hilang telah dilakukan.
"Saat ini kami mendapat laporan bahwa ada empat orang yang hilang. Kami menaruh perhatian serius terhadap korban hilang dan layanan darurat telah dikerahkan untuk mencari mereka," ujar Stephen.
Sementara itu, kedua korban tewas diketahui berjenis kelamin perempuan. Satu korban ditemukan dalam kondisi tenggelam dan satu lainnya tewas di dalam mobil yang hanyut akibat banjir. Namun, polisi tidak merilis identitas kedua korban tersebut.
Pihak berwenang memperkirakan korban tewas akibat banjir jumlahnya masih bisa bertambah.
Sebelumnya, terkait hantaman Topan Debbie, Pemerintah Australia telah mendesak ribuan warga khususnya yang tinggal di daratan rendah untuk segera mengungsi. Namun, polisi mengaku banyak yang bersikeras untuk tetap tinggal di dalam rumah. Hanya sekira 400 orang yang bersedia untuk pergi ke tempat penampungan.
Beberapa peringatan akan datangnya banjir telah dikeluarkan di beberapa kota di Australia. Pemerintah pun kembali mendorong warganya untuk segera mengungsi. Namun, angin kencang dan tingginya debit air menyulitkan petugas untuk menjangkau lokasi bencana dan mengevakuasi warga. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)