Menurut Charis, selama ini, kekosongan blangko tersebut sudah berlangsung lama sehingga masyarakat merasa kecewa tidak memiliki E-KTP. Bahkan, diantaranya masyarakat mengurungkan niatnya untuk pergi ke luar negeri akibat tidak memiliki E-KTP itu.
Pemerintah diminta segera mengatasi kelangkaan blangko sehingga tidak menjadikan hambatan dan kendala untuk keperluan masyarakat. Apalagi, saat ini identitas sangat penting, bahkan membeli tiket kereta api (KA) saja harus dilengkapi E-KTP.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Lebak Ujang Bahrudin mengatakan pihaknya hingga kini kekosongan blangko E-KTP sehingga dilayani dengan identitas sementara. Pihaknya telah mengusulkan permohonan permintaan blangko kepada Kemendagri, namun hingga kini belum didistribusikan.
"Kami mengusulkan blangko hingga ribuan karena masih banyak masyarakat belum memiliki E-KTP," katanya.
Sementara itu, sejumlah warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan mereka saat ini terpaksa dilayani dengan KTP sementara akibat kekosongan blangko tersebut. "Kami berharap segera memiliki E-KTP untuk persyaratan kerja," kata Seli (20) warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak.
(Ranto Rajagukguk)