MOCOA – Duka masih terus menyelimuti warga Kolombia akibat longsor yang terjadi di Kota Mocoa akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu 1 April 2017. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyatakan saat ini korban tewas akibat bencana tersebut telah mencapai 262 jiwa, 43 di antaranya adalah anak-anak.
“Seperti yang saya sampaikan tadi malam, situasi di Mocoa terus berubah. Saya harus memberi tahu Anda, dengan kesedihan bahwa jumlah korban tewas terus bertambah. Saat ini sudah ada 262 orang yang tewas,” tutur Santos, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Selasa (4/4/2017).
Santos juga mengatakan saat ini banyak orang yang berada dalam kondisi kritis. Namun, ia menambahkan rumah sakit di Mocoa terus mendapatkan bantuan pasokan obat dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Tantangan saat ini adalah tentang kesehatan umum (khususnya) kebersihan dan mencegah penyebaran penyakit di pengungsian dan di kota tersebut. Kampanye pencegahan penyebaran penyakit dan pendidikan telah dimulai. Sebuah pabrik air minum telah mulai bekerja memproduksi 7.000 liter air per harinya,” ujar Santos.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada 1 April 2017 itu diakibatkan oleh tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan meluapnya air di Sungai Mocoa serta tiga anak sungai lainnya. Luapan itu mendorong sedimen dan batuan menuju gedung-gedung serta jalanan di Mocoa.
(Emirald Julio)