“Sementara ketika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi menginstruksikan semua kadernya datang ke Jakarta, kepolisian mendiamkan,” ketusnya.
Begitu juga, Ferry melihat, ketika marak dugaan pemberian sembako pada masa tenang terindikasi kepada paslon usungan partai banteng merah, polisi lagi-lagi membiarkan.
“Pemberian sembako itu kan dilakuan secara masif. Itu juga dibiarkan sama aparat,” tandasnya.
Ia berharap, hal seperti ini tidak perlu terjadi. Menurutnya, masyarakat pasti juga mengharapkan hal yang sama, bahwa proses pemilihan kepala daerah (pilkada) sebagai saluran aspirasi rakyat Jakarta untuk memilih pemimpin terbaik hendaknya tidak dicederai tindakan berat sebelah dari aparat keamanan maupun pemerintahan.
(Randy Wirayudha)