Ini Penyebab Banjir Bandang di Aceh Tenggara

Rayful Mudassir, Jurnalis
Kamis 20 April 2017 13:10 WIB
foto: Illustrasi Okezone
Share :

 

BANDA ACEH – Bencana banjir bandang serta longsor di Aceh Tenggara diduga akibat lemahnya mitigasi bencana di wilayah itu. Maraknya pembalakan liar dan pembukaan lahan di wilayah pegunungan juga menjadi salah satu faktor terjadinya musibah yang ikut merenggut korban tersebut.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur mengatakan bencana melanda Aceh Tenggara merupakan akumulasi dari enam faktor yang bisa dipetakan secara cepat, diantaranya tingkat curah hujan yang tinggi, topografris, illegal logging dan pembukaan lahan.

“Data di Walhi Aceh sampai akhir tahun 2013, kerugian akibat bencana banjir di Aceh Tenggara mencapai Rp9 miliar lebih, dengan 82 kejadian banjir dan banjir bandang. Total kerugian tersebut dihitung berdasarkan sejumlah dampak dan korban, seperti dampak terhadap sarana dan prasarana, serta korban jiwa yang mencapai 86 orang,” kata M Nur dalam keterangannya, Kamis (20/4/2017).

Banjir bandang yang terjadi pekan lalu, menyebabkan kerusakan di dua kecamatan, yakni Lawe Sigala Gala dan Semadam. Lawe Sigala sendiri kata M Nur, masuk dalam kategori tinggi berdasarkan kelas dominasi bahaya. Dari kawasan tersebut berpotensi banjir mencapai 3.161 hektare dan akan berdampak di 48 desa.

“Seharunsya pemerintah bersama para pihak strategis aktif memastikan seluruh proses mitigasi bencana yang dilakukan dengan rutin,” pungkasnya.

M Nur menyebut bencana ekologis tidak akan berkurang jika pemerintah masih mengabaikan upaya-upaya mitigasi bencana dan membendung laju deforestasi hutan, dan lahan serta patuh terhadap pengendalian ruang baik dalam bentuk lindung, dimanfaatkan serta pelestarian.

“Harus menjadi PR bagi pemerintah Aceh Tenggara untuk mendesain mitigasi bencana sehingga hal serupa tidak kembali terjadi dimasa akan datang. Tata kelola ruang dan perlindungan kawasan hutan juga harus menjadi program perioritas, bongkahan dan potongan kayu yang terbawa arus menjadi bukti terjadi aktivitas illegal di daerah hulu,” kata M Nur.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya