Tepat pada hari ini, 21 April 2017, diperingati kembali Hari Kartini. Namun memang, kondisi berbeda antara saat hidup di era RA Kartini dengan saat ini. Tak sedikit wanita justru terjebak dalam beberapa tindakan yang sifatnya berlawanan dengan hukum.
Beberapa wanita Indonesia saat ini justru turut masuk ke dalam pusaran korupsi. Tercatat, ada beberapa wanita yang diduga ikut melakukan rasuah bahkan sudah divonis melakukan tindak pidana korupsi
Seperti kasus yang melanda Artis sekaligus Politikus, Angelina Sondakh. Dia sudah divonis bersalah atas perkara korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games, di Palembang. Bukan hanya Angie, terdapat sederet kasus yang juga menyeret kaum wanita.
Diantaranya, kasus yang menyeret mantan anggota DPR, Dewi Yasin Limpo terkait penerimaan sejumlah uang dari pengusaha. Miranda S. Goeltom, Mantan Deputi Gubernur BI ini, pernah terseret kasus suap cek pelawat atau taveller cheque.
Ratu Atut Chosiyah, Mantan Gubernur Banten yang terseret kasus korupsi sengketa Pilkada di Banten dan Lebak. Evy Susanti, Istri Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho terseret perkara suap hakim PTUN Medan. Damayanti Wisnu Putranti, Mantan Anggota DPR terseret kasus korupsi pembangunan jalan KemenPUPR.
Kemudian kasus korupsi yang baru-baru ini terjadi yakni, kasus yang menyeret Sri Hartini, Mantan Bupati Klaten, terkait kasus dugaan jual-beli jabatan. Atty Suharty, Wali Kota Cimahi non-aktif, terseret kasus korupsi proyek pembangunan tahap II Pasar Atas Baru, Cimahi. Kemudian, anggota DPR Miryam S Haryani, ditetapkan tersangka pemberian keterangan yang tidak benar pada persidangan perkara korupsi e-KTP.
Menanggapi sejumlah rentetan kasus korupsi yang menyeret kalangan wanita membuat perjuangan RA Kartini mundur jauh kebelakang. Namun, satu-satunya pimpinan wanita di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan sempat juga menitipkan pesan untuk Hari Kartini kali ini.
Selain agar tidak tersandung dalam pusaran korupsi, Basaria mengajak para wanita Indonesia agar dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas korupsi. " Mari berkomitmen dan berkata, pada hari kartini ini, aku (wanita) mau menjadi agen perubahan dalam memberantas korupsi," kata Basaria kepada Okezone.
Dalam hal ini, Basaria telah mencanangkan program untuk kaum wanita dengan nama SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). "Ini merupakan program pencegahan korupsi KPK yang sudah menyebar di seluruh provinsi Indonesia," sambungnya.
Terakhir, di juga mengucapkan selamat hari lahir kartini kepada seluruh wanita yang ada di Indonesia. "Selamat Hari Kartini, Perempuan hebat Indonesia," imbuhnya.
(Khafid Mardiyansyah)