MEDAN - Kinara (4), korban selamat dari pembunuhan sekeluarga yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara kini didampingi neneknya Murniati (58). Saat ini korban dalam masa perawatan dan pemulihan.
"Murniati menemani Kinara, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, sejak pekan lalu hingga kini," ujar Wagiman (66), kakek Kinara, saat ditemui, di Medan, Minggu (23/4/2017).
Kinara, menurut dia, selama didampingi oleh Murniati telah banyak mengalami perubahan, yakni sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang membesuk, ceria, makan cukup banyak, dan selalu tertawa dengan perawat yang menemani.
"Perkembangan kesehatan Kinara banyak mengalami kemajuan, selesai menjalani operasi bagian kepala, di RSUP H Adam Malik Medan," ujar Wagiman.
Ia menjelaskan, selama dirawat di RSUP H Adam Malik, Kinara didampingi pihak keluarga, yaitu Susiani (45) dan Rosmini (36), warga Kelurahan Mabar. Keduanya kini tidak lagi turut mendampiangi Kinara yang dirawat kembali di RS Bhayangkara Medan, karena urusan keluarga.
"Jadi tugas Susiani dan Rosmini yang selama ini mendampingi Kinara di RS telah digantikan oleh Murniati," ucapnya.
Wagiman berharap Murniati dapat memberikan yang terbaik dan tetap bersabar selama mendampingi Kinara di RS.
Kinara puteri bungsu dari tiga bersaudara itu, merupakan anak kandung Riyanto (40) yang korban pembunuahan sadis di Kelurahan Mabar. "Saya selalu mendoakan agar cucu kesayangan saya Kinara cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah," kata Wagiman.
Sembelumnya, warga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dikagetkan dengan penemuan lima anggota keluarga tewas pada Minggu (9/4) pagi.
Kelima korban tewas adalah Riyanto (40) dan istrinya Yani (35), dua anaknya Naya (14) dan Gilang Laksono (10) dan mertuanya bernama Marni (50).
Sedangkan puteri bungsu korban bernama Kinara (4) ditemukan kritis dan dibawa untuk menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.
(Qur'anul Hidayat)